SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
Disusun
oleh :
ERICK ROBSON 1002112410
Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen
Jurusan Manajemen
UNIVERSITAS RIAU
2011
BAB 1
PENDAHULUAN
Didalam
era teknologi yang makin canggih, penggunaan komputer sebagai salah satu sarana
informasi, hampir merambah keseluruh aspek kehidupan manusia, baik didalam
kegiatan perusahaan, organisasi, ataupun pemerintahan. Informasi adalah salah
satu aset bagi sebuah perusahaan atau organisasi, yang sebagaimana aset lainnya
memiliki nilai tertentu bagi perusahaan atau organisasi tersebut sehingga harus
dilindungi, untuk menjamin kelangsungan perusahaan atau organisasi,
meminimalisir kerusakan karena kebocoran sistem keamanan informasi, mempercepat
kembalinya investasi dan memperluas peluang usaha.
Beragam
bentuk informasi yang mungkin dimiliki oleh sebuah perusahaan atau organisasi
meliputi diantaranya : informasi yang tersimpan dalam komputer ( baik desktop
komputer maupun mobile komputer ), informasi yang ditransmisikan melalui
network, informasi yang dicetak pada kertas, dikirim melalui fax, tersimpan
dalam disket,cd,atau media penyimpanan lain, informasi yang dilakukan dalam
pembicaraan ( termasuk percakapan melalui telepon ), dikirim melalui telex,
email, informasi yang tersimpan dalam database, tersimpan dalam film,
dipresentasikan dengan OHP atau media presentasi yang lain, dan metode-metode
lain yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan ide-ide baru
organisasi atau perusahaan
Sistem keamanan komputer
bermanfaat menjaga suatu sistem komputer dari pengaksesan seseorang yang tidak
berhak. Sistem keamanan komputer semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya
pengguna komputer saat ini. Selain itu makin meningkatnya para pengguna yang
menghubungkan jaringan LANnya ke internet, namun tidak diimbangi dengan SDM
yang dapat menjaga keamanan data dan infomasi yang dimiliki. Sehingga keamanan
data yang ada menjadi terancam untuk diakses dari orang-orang yang tidak
berhak. Keamanan komputer menjadi penting karena ini terkait dengan Privacy,
Integrity, Autentication, Confidentiality dan Availability.
Beberapa ancaman
keamanan komputer adalah virus, worm, trojan, spam dan lain-lain. Masing-masingnya
memiliki cara untuk mencuri data bahkan merusak sistem komputer yang ada.
Ancaman bagi keamanan sistem komputer ini tidak bisa dihilangkan begitu saja,
namun kita dapat meminimalisasi hal ini adalah dengan menggunakan software
keamanan sistem antara lain antivirus, antispam dan sebagainya.
BAB II
ISI PEMBAHASAN
Keamanan
komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena
sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan
komputer. Ini membuat keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah
cukup sulit untuk membuat program komputer
melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk dilakukan dengan benar.
Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan membutuhkan pengujian
mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi kebanyakan program
komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis untuk mengubah
persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat ditegakkan.
Pendekatan yang
umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara lain adalah dengan
membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme pada perangkat keras
dan sistem operasi
untuk keamanan komputer, serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan
program komputer yang dapat diandalkan.
A. PENGERTIAN
Sistem adalah suatu
sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan memiliki tujuan yang
sama. Keamanan adalah suatu kondisi yang terbebas dari resiko. Komputer
adalah suatu perangkat yang terdiri dari software dan hardware serta
dikendalikan oleh brainware (manusia). Dan jika ketiga kata ini dirangkai maka
akan memiliki arti suatu sistem yang mengkondisikan
komputer terhindar dari berbagai resiko.
Keamanan
komputer adalah suatu cabang teknologi
yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer.
Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi
terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti
dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Selain
itu, sistem keamanan komputer bisa juga berarti suatu cabang teknologi
yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan
pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai
perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan
ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Menurut
John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security
incidents on the internet” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah tindakan
pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak
bertanggung jawab.
Sedangkan
menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer
Security” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah berhubungan dengan
pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali
dalam system komputer.
Dalam
keamanan sistem komputer yang perlu kita lakukan adalah untuk mempersulit
orang lain mengganggu sistem yang kita pakai, baik kita menggunakan
komputer yang sifatnya sendiri, jaringan local maupun jaringan global. Harus
dipastikan system bisa berjalan dengan baik dan kondusif, selain itu program
aplikasinya masih bisa dipakai tanpa ada masalah.
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam computer security,
komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja
sesuai dengan yang diharapkan.
B.
KEJAHATAN KOMPUTER
Definisi:
kegiatan penggunaan komputer untuk melakukan tindakan ilegal.
·
Jenis-jenis kejahatan komputer
Data diddling:
manipulasi atau pemalsuan data
Salami slicing:
bagian program yang memotong sebagian kecil dari nilai transaksi yang besar dan
mengumpulkannya dalam suatu periode tertentu
Phreaking: making
free long distance calls
Cloning: penyalahgunaan
telpon selular menggunakan scanner
Carding: pencurian
nomor kartu kredit secara online
Piggybacking:
pencurian nomor kartu kredit dengan memata-matai
Social engineering: menipu pegawai untuk mendapatkan akses
Dumpster diving:
pencarian informasi pribadi di bak sampah
Spoofing: pencurian
password melalui pemalsuan halaman login
·
Pengamanan yang disarankan
Terapkan
rencana pengamanan untuk mencegah
pembobolan
Miliki
rencana jika pembobolan terjadi
Buatlah
backup!
Hanya
ijinkan akses untuk pegawai tertentu
Ubah
password secara teratur
Jagalah
informasi yang tersimpan dengan aman
Gunakan
software antivirus
Gunakan
biometrik untuk mengakses sumberdaya
komputasi
Rekrut
tenaga kerja / pegawai yang bisa dipercaya
Enkripsi – proses penyandian pesan sebelum
memasuki jaringan atau gelombang udara,
kemudian membuka kembali pada ujung
penerimaan. Bagaimana
enkripsi bekerja :
Sistemkunci
.
Pengirim dan
penerima keduanya menggunakan kunci yang
sama
Manajemen
kunci dapat menjadi masalah
Teknologi
kunci publik
Menggunakan
kunci privat dan kunci publik
Autoritas
sertifikat
Lembaga /
orang terpercaya yang memberikan keterangan bahwa suatu situs web dapat
dipercaya (menyediakan kunci publik kepada pihak yang terpercaya) A trusted
middleman
verifies
that a Web site is a trusted site (provides public keys to trusted partners)
Secure
socket layers (SSL)
·
Bentuk keamanan Komputer
Firewall – hardware dan software yang
dirancang untuk menjaga agar user yang tidak berhak tidak dapat masuk ke sistem
jaringan.
Pencegahan Virus
Install software antivirus
Buat data cadangan
Hindari pemakaian program bebas yang tidak dikenal.
Hapus email dari sumber yang tidak dikenal
Jika komputer kena virus …
Bagaimana menjaga privasi saat online
·
Pilih situs web yang dimonitor oleh pengacara privasi.
·
Hindari “cookies”
·
Kunjungi situs secara anonim
·
Gunakan peringatan saat meminta konfirmasi Email.
·
Hindari penipuan di dunia cyber
·
Pelelangan Internet
·
Akses Internet
·
Men-dial modem internasional
·
Web cramming
·
Multilevel marketing (skema piramida)
·
Bepergian / liburan
·
Kesempatan bisnis
·
Penanaman modal
·
Produk-produk pewaratan keseh
Beberapa
hal yang menjadikan kejahatan komputer terus terjadi dan cenderung meningkat
adalah sebagai berikut :
- Meningkatnya pengguna komputer dan internet
- Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain.
- Banyaknya software-software untuk melakukan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis.
- Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet
- Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani, sementara SDM terbatas.
- Kurangnya hukum yang mengatur kejahatan komputer.
- Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.
- Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.
- Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).
Ada
beberapa hal yang bisa menjawab diperlukannya pengamanan sistem komputer,
antara lain :
Menghindari resiko penyusupan, harus dipastikan
bahwa system tidak ada penyusup yang bisa membaca, menulis dan menjalankan
program-program yang bisa mengganggu atau menghancurkan system.
- Mengurangi resiko ancaman, hal ini biasa berlaku di institusi dan perusahaan swasta. Ada beberapa macam penyusup yang bisa menyerang system yang dimiliki, antara lain :
- Ingin Tahu, jenis penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis system yang digunakan.
- Perusak, jenis penyusup ini ingin merusak system yang digunakan atau mengubah tampilan layar yang dibuat.
- Menyusup untuk popularitas, penyusup ini menggunakan system untuk mencapai popularitas dia sendiri, semakin tinggi system keamanan yang kita buat, semakin membuatnya penasaran. Jika dia berhasil masuk ke sistem kita maka ini menjadi sarana baginya untuk mempromosikan diri.
- Pesaing, penyusup ini lebih tertarik pada data yang ada dalam system yang kita miliki, karena dia menganggap kita memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara finansial atau malah merugikannya (penyusup).
- Melindungi system dari kerentanan, kerentanan akan menjadikan system berpotensi untuk memberikan akses yang tidak diizinkan bagi orang lain yang tidak berhak.
- Melindungi system dari gangguan alam seperti petir dan lain-lainnya.
BAB III
MANAJEMAN KEAMANAN
KOMPUTER
karakteristik khusus yang harus
dimilikinya, yang dalam manajemen keamanan informasi dikenal sebagai 6P yaitu:
1.
Planning
Planning dalam manajemen keamanan informasi
meliputi proses perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi untuk
mencapai tujuan. Ada tiga tahapannya yaitu: (1)strategic planning yang
dilakukan oleh tingkatan tertinggi dalam organisasi untuk periode yang lama,
biasanya lima tahunan atau lebih, (2)tactical planning memfokuskan diri pada
pembuatan perencanaan dan mengintegrasi sumberdaya organisasi pada tingkat yang
lebih rendah dalam periode yang lebih singkat, misalnya satu atau dua tahunan,
(3)operational planning memfokuskan diri pada kinerja harian organisasi. Sebagi
tambahannya, planning dalam manajemen keamanan informasi adalah aktifitas yang
dibutuhkan untuk mendukung perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi
keamanan informasi supaya diterapkan dalam lingkungan teknologi informasi.
2.
Policy
Dalam
keamanan informasi, ada tiga kategori umum dari kebijakan yaitu:
1.
Enterprise information security policy (EISP) menentukan kebijakan departemen
keamanan informasi dan menciptakan kondisi keamanan informasi di setiap bagian
organisasi.
2. Issue-spesific security policy (ISSP) adalah sebuah peraturan yang menjelaskan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dari segi keamanan informasi pada setiap teknologi yang digunakan, misalnya e-mail atau penggunaan internet.
3. System-spesific Policy (SSPs) pengendali konfigurasi penggunaan perangkat atau teknologi secara teknis atau manajerial.
2. Issue-spesific security policy (ISSP) adalah sebuah peraturan yang menjelaskan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dari segi keamanan informasi pada setiap teknologi yang digunakan, misalnya e-mail atau penggunaan internet.
3. System-spesific Policy (SSPs) pengendali konfigurasi penggunaan perangkat atau teknologi secara teknis atau manajerial.
Programs Adalah operasi-operasi
dalam keamanan informasi yang secara khusus diatur dalam beberapa bagian. Salah
satu contohnya adalah program security education training and awareness.
Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja mengenai
keamanan informasi dan meningkatkan pemahaman keamanan informasi pekerja
sehingga dicapai peningkatan keamanan informasi organisasi.
3.
Protection
Fungsi proteksi dilaksanakan melalui
serangkaian aktifitas manajemen resiko, meliputi perkiraan resiko (risk
assessment) dan pengendali, termasuk mekanisme proteksi, teknologi proteksi dan
perangkat proteksi baik perangkat keras maupun perangkat keras. Setiap
mekanisme merupakan aplikasi dari aspek-aspek dalam rencana keamanan informasi.
4.
People
Manusia adalah penghubung utama
dalam program keamanan informasi. Penting sekali mengenali aturan krusial yang
dilakukan oleh pekerja dalam program keamanan informasi. Aspek ini meliputi
personil keamanan dan keamanan personil dalam organisasi.
5.
Project Management
Komponen terakhir adalah penerapan
kedisiplinan manajemen dalam setiap elemen kemanan informasi. Hal ini
melibatkan identifikasi dan pengendalian sumberdaya yang dikerahkan untuk
keamanan informasi, misalnya pengukuran pencapaian keamanan informasi dan
peningkatannya dalam mencapai tujuan keamanan informasi.
Soal akurasi dan kecepatan jadi
alasan kenapa komputer dipilih jadi alat bantu bekerja. Sayangnya, tak sedikit
hal-hal buruk terjadi di komputer sebagai media Informasi. Kemampuan komputer
pun banyak dimanfaatkan untuk hal-hal negatif, seperti penyebaran virus,
trojan, DoS, Web deface, bahkan sampai pencurian identitas dan dana segar. Hal
tersebut memunculkan suatu kebutuhan akan keamanan komputer. Dengan membangun
sistem keamanan, data di komputer sebagai media Informasi bisa terlindungi dan
terselamatkan. Informasi yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya.
Keamanan,secara umum diartikan
sebagai ‘ quality or state of being secure-to be free from danger ‘. Untuk
menjadi aman adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa
dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau
digunakan dalam kombinasi satu dengan yang lainnya. Strategi keamanan informasi
masing-masing memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing kekhususannya.
Keamanan
informasi adalah perlindungan informasi termasuk sistem dan perangkat yang
digunakan, menyimpan, dan mengirimkannya. Keamanan informasi melindungi
informasi dari berbagai ancaman untuk menjamin kelangsungan usaha,
meminimalisasi kerusakan akibat terjadinya ancaman, mempercepat kembalinya
investasi dan peluang usaha.
Perhatian Pada Keamanan Komputer
Perusahaan di Indonesia disebut belum terlalu memperhatikan keamanan komputer
mereka. Padahal hal ini akan sangat diperlukan bila ingin menjalankan bisnis
internasional.Hal serupa kita jumpai pula saat kita menginginkan komputer atau
sistem kita aman dari virus, spam, atau serangan hacker. Seringkali kita harus
rela sedikit repot menginstal antivirus dan menyaring semua data yang lalu
lalang di sistem. Dengan makin pintarnya para pembuat virus dan makin cerdasnya
para pembobol sistem, maka cara mengamankan sistem pun makin ditingkatkan,
bahkan telah mengubah paradigma di bidang ini. Dahulu orang biasa membuka semua
akses, membiarkan semua lewat, baru kemudian menutup beberapa pintu yang
dianggap rawan serangan. Artinya, setelah semua “penjahat” berada di dalam, mereka
baru diseleksi. Cara ini memang membuat kita lebih leluasa menjelajah atau
menerima kiriman dari luar. Namun di lain pihak, kita menjadi tidak sadar bila
ada kode jahat yang menyamar menjadi file baik-baik. Akhirnya sistem kita
bobol.
Kini pandangan itu berubah. Menurut
mahaguru di bidang keamanan, Steve Riley, sekarang orang lebih baik memblokir
semua pintu dahulu, baru kemudian mengijinkan mereka yang berkepentingan masuk.
Untuk bisa masuk, file harus dikenali. Persis seperti bila kita akan memasuki hotel
atau perkantoran. Akibatnya, kita memang akan berulang kali ditanya sistem,
apakah file A bisa masuk, apakah si B boleh lewat dan sebagainya. Sering kali,
karena tidak dikenali, beberapa file juga akan terblokir, dan bagi sebagian
orang hal ini tidak nyaman.
Memang keamanan tidak berjalan
bersama kenyamanan, Bila ingin aman, maka kita harus mengorbankan kenyamanan.
Demikian juga sebaliknya. Tak heran jika beberapa orang masih malas menginstal
produk SP2 dari Microsoft. SP2 ini dianggap akan membatasi lalu lintas karena
sifatnya yang “protect everything”, sehingga semua pintu masuk hanya bisa
dilewati setelah ada ijin. Belum lagi, pengguna disarankan untuk membaca
manual, yang sama artinya dengan belajar lagi. Padahal, sistem keamanan SP2 ini
sulit ditembus. Secara teknologi, masalah keamanan sudah bagus. Yang menjadi
tantangan justru dari segi pengguna. Sistem ini makin sulit diserang, dan di
masa depan yang menjadi kelemahan sistem adalah manusianya, Bagaimana
menyadarkan pentingnya keamanan sehingga orang bersedia sedikit repot
menginstal dan selalu meng-update sistem keamanannya. Sumber
Web://www.informatika.lip.go.id
Ancaman terhadap keamanan sistem
informasi memiliki dampak hilangnya data dan informasi, terganggunya komunikasi
jaringan komputer misalnya dengan habisnya bandwidth yang terpakai oleh worm
untuk menggandakan dirinya atau lumpuhnya sistem e-mail. Atas ancaman keamanan
sistem informasi, dari beberapa data yang ada, usaha kecil menengah atau UKM,
terutama di Indonesia, memiliki sikap: Tidak memperdulikan keamanan sistem
informasi misalnya menghubungkan komputer dengan LAN yang memiliki akses
membagi data dari mobile disk atau internet tanpa dilengkapi software security
seperti firewall atau antivirus, atau Memiliki keamanan minimal misalnya
bersikap reaktif terhadap masalah keamanan sistem informasi yang muncul.
Sikap-sikap seperti ini justru memicu semakin maraknya masalah-masalah keamanan
sistem informasi mulai dari virus hingga penyusupan sistem. Situasi kesadaran
pentingnya keamanan sistem informasi.
Secara implisit tanpa melihat data
yang ada atau mesti dicari, perekonomian di Indonesia mampu bertahan dalam
berbagai keadaan kesulitan ekonomi tanpa hutang pada pihak manapun yang dapat
semakin mempersulit keadaan ekonomi. Kemampuan bertahan dalam kesulitan ekonomi
juga memberikan efek sosial penting pengadaan lapangan pekerjaan. Pertanyaan
yang paling mendasar sepanjang masa bagi kehidupan manusia adalah mengapa
keamanan menjadi salah satu perhatian utama? Siapapun juga yang mempelajari keamanan,
dalam konteks tulisan ini adalah keamanan komputer secara umum atau keamanan
sistem informasi pada khusunya, mestilah mempelajarinya dari suatu materi
belajar, seperti buku, pelatihan, rekan kerja senior atau bahkan melalui
kegiatan perkuliahan. Tak seorangpun secara alami lahiriah memiliki informasi
tentang keamanan baik keamanan secara umum ataupun keamanan komputer dan sistem
informasi secara khusus, Keamanan komputer dan keamanan sistem informasi
merupakan bidang yang kompleks bermulai dari manajemen keamanan sistem
informasi dan berakhir pada algoritma matematika enskripsi data yang rumit
didukung pengetahuan keamanan komputer hingga penggunaan perangkat lunak
keamanan khusus. Jadi dapat saja seseorang memiliki pertanyaan-pertanyaan
tentang keamanan sistem informasi dan tidak memahami beberapa hal tentang
keamanan sistem informasi. Pertanyaan mendasar perlunya keamanan bagi sistem
informasi usaha kecil dan menengah dicoba dijawab dengan mempelajari manfaat
sistem informasi bagi pebisnis. Sistem informasi yang diterapkan kegiatan
pebisnis layak dilindungi. Sistem informasi yang dikembangkan pebisnis
merupakan model bagi bisnis usaha. Banyak proses bisnis dibantu bahkan
dijalankan dengan teknologi informasi yang dimiliki
B.
Tinjauan Umum Mengenai Manajemen Keamanan Komputer
Keamanan adalah keadaan bebas dari
bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala
bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Keamanan merupakan topik yang luas termasuk
keamananan nasional terhadap serangan teroris, keamanan komputer terhadap
hacker, kemanan rumah terhadap maling dan penyelusup lainnya, keamanan
finansial terhadap kehancuran ekonomi dan banyak situasi berhubungan lainnya.
Sumber: wsilfi.staff.gunadarma.ac.id
Informasi yang ada dikomputer, merupakan
aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum diartikan sebagai ‘
quality or state of being secure-to be free from danger. Untuk menjadi aman
adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya . Keamanan bisa dicapai
dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau digunakan
dalam kombinasi satu dengan yang lainnya . http://en.wikipedia.org//
Strategi keamanan informasi
masing-masing memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing kekhususannya.
Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
Physical Security yang memfokuskan
strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan
tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa
otorisasi, dan bencana alam.
Personal Security yang overlap
dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi
Operation Security yang memfokuskan
strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja
tanpa gangguan.
Communications Security yang
bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta
kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
Network Security yang memfokuskan
pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta
kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi
data organisasi.
Masing-masing komponen di atas
berkontribusi dalam program keamanan informasi secara keseluruhan. Keamanan
informasi adalah perlindungan informasi termasuk sistem dan perangkat yang
digunakan, menyimpan, dan mengirimkannya. Keamanan informasi komputer
melindungi informasi dari berbagai ancaman untuk menjamin kelangsungan usaha,
meminimalisasi kerusakan akibat terjadinya ancaman, mempercepat kembalinya investasi
dan peluang usaha.
1.
Mengkategorikan Keamanan
Ada banyak literatur dalam analisis
dan pengkategorian keamanan. Bagian penting dari kemanan adalah “titik terlemah
dalam rantai”. Situasinya juga berbeda karena pelindung harus mencakup semua
titik serangan sedangkan penyerang hanya harus mengidentifikasi satu titik
lemah dan berkonsentrasi di situ. Keamanan informasi memiliki beberapa aspek
yang harus dipahami untuk bisa menerapkannya. Beberapa aspek tersebut, tiga
yang pertama disebut C.I.A triangle model ,adalah sebagai berikut:
Confidentiality
Confidentiality: harus bisa menjamin
bahwa hanya mereka yang memiliki hak yang boleh mengakses informasi tertentu.
IntegritIntegrity: harus menjamin
kelengkapan informasi dan menjaga dai korupsi, kerusakan, atau ancaman lain
yang menyebabkannya berubah dari aslinya.
AvailabilityAvailability: adalah
aspek keamanan informasi yang menjamin pengguna dapat mengakses informasi tanpa
adanya gangguan dan tidak dalam format yang tak bisa digunakan. Pengguna, dalam
hal ini bisa jadi manusia, atau komputer yang tentunya dalam hal ini memiliki
otorisasi untuk mengakses informasi.
Aspek yang lain disebutkan oleh Dr.
Michael E.Whitman dan Herbert J.Mattord dalam bukunya Management Of Information
Security adalah:
Privacy
Informasi yang dikumpulkan,
digunakan, dan disimpan oleh organisasi adalah dipergunakan hanya untuk tujuan
tertentu, khusus bagi pemilik data saat informasi ini dikumpulkan. Privacy
menjamin keamanan data bagi pemilik informasi dari orang lain.
Identification
Sistem informasi memiliki
karakteristik identifikasi jika bisa mengenali individu pengguna. Identifikasi
adalah langkah pertama dalam memperoleh hak akses ke informasi yang diamankan.
Identifikasi secara umum dilakukan dalam penggunaan user name atau user ID.
Authentication
Autentikasi terjadi pada saat sistem
dapat membuktikan bahwa pengguna memang benar-benar orang yang memiliki
identitas yang mereka klaim.
Authorization
Setelah identitas pengguna
diautentikasi, sebuah proses yang disebut autorisasi memberikan jaminan bahwa
pengguna (manusia ataupun komputer) telah mendapatkan autorisasi secara
spesifik dan jelas untuk mengakses, mengubah, atau menghapus isi dari aset
informasi.
Accountability
Karakteristik
ini dipenuhi jika sebuah sistem dapat menyajikan data semua aktifitas terhadap
aset informasi yang telah dilakukan, dan siapa yang melakukan aktifitas itu.
2.
Konsep Keamanan
Beberapa konsep terjadi di beberapa
bidang keamanan. resiko - sebuah resiko adalah kemungkinan kejadian yang
menyebabkan kehilangan ancaman - sebuah ancaman adalah sebuah metode
merealisasikan resiko countermeasure - sebuah countermeasure adalah sebuah cara
untuk menghentikan ancaman pertahanan dalam kedalaman - jangan pernah
bergantung pada satu pengatasan keamanan saja. Asuransi - asuransi adalah
tingkatan jaminan bahwa sebuah sistem keamanan akan berlaku seperti yang
diperkirakan.
3.
Konsep Dasar Manajemen Keamanan Komputer
Keamanan
sistem informasi merupakan upaya manajemen. Manajemen keamanan sistem informasi
dapat diterapkan dengan baik bila manajer pebisnis mengetahui beberapa hal
dasar keamanan sistem informasi pebisnis, kebijakan keamanan yang perlu
dikembangkan dan perbedaan metode terutama digunakan untuk menganalisa resiko
keamanan sistem informasi yang dibahas dalam tulisan ini.
4.
Prinsip Fundamental Keamanan Komputer
Pada bagian ini akan dibahas prinsip
perlindungan keamanan komputer. Pertanyaan utama menyangkut perlindungan sistem
keamanan adalah apa yang harus dilindungi. Hal pertama dan yang paling jelas
adalah data finansial bagi usaha kecil menengah. Hampir setiap orang memikirkan
hal ini pertama-tama. Data financial merupakan data yang harus dilindungi dan
memiliki analogi yang langsung pada nyata. Dimana dalam dunia nyata, orang
melindungi uang sebagai upaya penting, walaupun bukan yang utama dalam
kehidupannya.
Manajer pebisnis seharusnya juga
melindungi data milik pebisnis itu sendiri. Informasi, sebagai hasil pengolahan
data, merupakan perangkat baru yang amat ampuh dewasa kini dan mungkin anda
belum menyadari orang yang ingin mendapatkan, mengubah dan menghancurkan data
yang dimiliki pebisnis. Data milik pebisnis bagaikan bagi beberapa orang,
seperti teka-teki yang harus dipecahkan dan hadiah untuk memperoleh informasi
pebisnis adalah dapat membaca informasi pebisnis. Mungkin hal tersebut terasa
membosankan atau bermakna. Untuk meyakinkan anda, terdapat banyak orang di
dunia ini yang melakukan pembobolan informasi secara teratur. Godaan untuk
melakukan hal ini para pembobol informasi tersebut menerobos sistem dan kadang
kala mereka mendapat sesuatu yang berharga, misalnya mungkin berupa dokumen
yang anda bawa rumah atau pesan e-mail pribadi.
Hal
lain yang pengguna komputer perlu lindungi adalah sebuah konsep dalam internet,
yakni melindungi identitas pengguna komputer. Secara online, kebanyakan sistem
tidak memiliki cara mudah untuk “membuktikan” siapa identitas pengguna komputer
sesungguhnya. Orang yang pintar dapat memperoleh beberapa potongan informasi
dan berpura-pura bertindak sebagai seorang pengguna computer diambil
identitasnya. Orang-orang tersebut menyampaikan pesan pada online bulletin
board sebagai pengguna komputer yang diambil identitasnya atau menggunakan
identitas pengguna komputer yang diambil identitasnya untuk melakukan transaksi
pembelian atau membuat kartu kredit palsu atas nama seorang pengguna komputer.
Kasus-kasus pencurian identitas seorang pengguna computer menjadi kasus yang
umum di internet, karena kebanyakan pengguna komputer tidak berhati-hati dengan
informasi pribadi jenis ini.
Yang
berhubungan dengan identitas adalah privasi. Pengguna komputer harus melindungi
privatisasi online-nya. Semakin banyak informasi tentang seorang pengguna
komputer yang terdapat di internet, semakin banyak cara yang dapat dipergunakan
orang untuk menggunakan informasi tersebut. Penulis merasa hal ini paranoid,
tetapi pikirkanlah tentang perusahaan pemasaran yang menjaring informasi alamat
e-mail di internet sehingga dapat mengirim junk e-mail atau mendapatkan nomer
telpon untuk dimasukkan ke daftar telemarketing. Perusahaan pemasaran tersebut
tidak mencuri identitas pengguna komputer, tapi mereka akan menggunakan
informasi identitas pengguna komputer untuk mencoba menghubungi pengguna
komputer tersebut. Mungkin beberapa orang tidak perduli. Namun secara pribadi
kedua penulis tidak menyukainya, sehingga penulis melindungi privasinya di
dunia internet.
Hal terakhir yang mudah dimanfaatkan
dalam perhatian tentang uang dan hal yang sejenisnya adalah melindungi komputer
yang dimanfaatkan pebisnis. Tidak semua orang yang meng-crack sistem
melakukannya untuk memperoleh data pada sistem tersebut. Beberapa orang ingin
meng-crack sistem yang dimanfaatkan pebisnis untuk memanfaatkan akses sistem
pebisnis untuk tindakan jahat berikutnya. Situs-situs milik perusahaan besar
serperti Yahoo!, eBay dan beberapa perusahaan besar laennya mengalami serangan
Denial of Service (DoS). Serangan ini terjadi karena cracker memasang perangkat
lunak di sejumlah komputer dan membuat komputer-komputer tersebut melakukan
serangan ke perusahaan yang menjadi sasaran. Beberapa dari computer tersebut
adalah komputer pengguna di rumah.
5.
Kebijakan Keamanan Komputer
Sebuah pertanyaan yang seringkali
diajukan dalam keamanan komputer dan sistem informasi dapat diringkas menjadi:
apakah berharga untuk melakukan semua kesulitan dalam upaya-upaya perlindungan
komputer dan sistem informasi? Pertanyaan ini adalah merupakan pertanyaan
mengandung makna ganda. Untuk menjawab secara tepat, manajer pebisnis perlu
mengetahui system informasi apa yang manajer pebisnis lindungi, bagaimana
manajer pebisnis perlu melindungi sistem informasinya dan seberapa usaha dan
biaya diperlukan dalam melindungi sistem informasi. Tulisan ini akan membahas
secara rinci beberapa hal dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut, namun yang
menjadi pusat perhatian dalam bagian ini adalah manfaat keamanan komputer dan
system informasi terhadap biaya mengimplementasikan keamanan komputer dan
system informasi bagi pebisnis tersebut.
6.
Manajemen Resiko Keamanan Komputer
Manajemen
resiko keamanan komputer memiliki beberapa unsur, khususnya sebagai berikut:
1.
Melakukan Analisis Resiko, termasuk analisa biaya-manfaat dari
perlindungan-perlindungan.
2. Menerapkan, meninjau ulang, dan melakukan pemeliharaan terhadap perlindungan-perlindungan.
2. Menerapkan, meninjau ulang, dan melakukan pemeliharaan terhadap perlindungan-perlindungan.
Untuk memberdayakan proses ini,
perlu ditentukan beberapa properti dari berbagai unsur-unsur, seperti nilai
dari asset-asset, ancaman-ancaman, dan kerentanan vulnerabilitie) dan
kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Suatu bagian utama dari proses manajemen
resiko adalah menentukan nilai kerugian yang diakibatkan dari ancaman-ancaman
dan menafsir seberapa sering (atau tingkat kemungkinan) terjadinya
ancaman-ancaman tersebut. Untuk melaksanakan tugas ini, beberapa terminologi
dan rumusan-rumusan telah dikembangkan, dan manajer pebisnis harus secara penuh
memahami ancaman-ancaman tersebut. Daftar dari definisi-definisi dan
terminologi terdapat pada bagian berikut dan diurutkan menurut sebagaimana
didefinisikan pada saat Analisis Risiko.
Pertama,
sadarilah bahwa nilai adalah sesuatu yang subjektif. Apa yang penting bagi
seseorang mungkin tidak berharga bagi orang lainnya. Faktor biaya juga bersifat
subjektif atau relatif pentingnya bagi orang yang berbeda. Pengguna komputer
pada pebisnis mungkin tidak mampu membeli implementasi penuh solusi firewall,
tetapi untungnya, kebanyakan pengguna komputer pada pebisnis tidak perlu
perlindungan yang demikian canggih. Penulis hanya dapat memberikan bimbingan
dan saran dalam buku ini. Manajer pebisnis harus memahami sendiri perbandingan
biaya dan manfaat pada tiap hal dalam perlindungan komputer dan sistem
informasi dan membuat keputusan tepat yang sesuai.
Hal
kedua, pastikan bahwa manajer pebisnis melibatkan pemahaman resiko (risk
assessment) saat menjawab pertanyaan ini. Beberapa data mungkin sangat kritis
sifatnya dan jelas amat berharga dilindungi. Tetai jika data tersebut memiliki
resiko yang kecil, membelanjakan biaya yang besar untuk menambah sedikit
keamanan menjadi tidak masuk akal dan tidak dapat diterima. Hal ini menjadi
masalah nyata tingkat keamanan dan apa yang cocok bagi manajer pebisnis.
Hal
melindungi data sesuai dengan pemahaman resiko (risk assessment) memberikan
konsep resiko yang dapat diterima. Secara sederhananya, konsep resiko yang
dapat diterima ini membagi resiko menjadi tingkatan resiko yang membuat manajer
pebisnis relatif merasa nyaman terhadap data atau system informasi yang manajer
pebisnis coba lindungi. Tingkatan tersebut berbeda untuk tiap penerapan bahkan
berbeda untuk tiap directory dalam hard disk komputer-komputer pebisnis.
Tingkatan resiko tidak bersifat tetap dan dapat berubah sepanjang waktu.
C.
Tujuan Keamanan Komputer
Tujuan
keamanan komputer dan perlindungan sistem informasi pada usaha kecil menengah
adalah:
1.
Memberikan tingkat kesadaran dan pengetahuan keamanan kepada pebisnis
pentingnya keamanan komputer dan sistem informasi.
2. Memberikan metode praktis upaya memperoleh keamanan komputer dan system informasi bagi usaha kecil dan menengah, termasuk pertimbangan ekonomi upaya keamanan komputer.
3. Membimbing pelaksanaan upaya memperoleh keamanan komputer dan system informasi pada usaha kecil dan menengah.
4. Memberikan cara praktis untuk mengevaluasi sistem keamanan komputer pebisnis.
2. Memberikan metode praktis upaya memperoleh keamanan komputer dan system informasi bagi usaha kecil dan menengah, termasuk pertimbangan ekonomi upaya keamanan komputer.
3. Membimbing pelaksanaan upaya memperoleh keamanan komputer dan system informasi pada usaha kecil dan menengah.
4. Memberikan cara praktis untuk mengevaluasi sistem keamanan komputer pebisnis.
Manajemen
keamanan informasi diperlukan karena ancaman terhadap C.I.A triangle aset
informasi semakin lama semakin meningkat. Menurut survey UK Department of Trade
and Industry pada tahun 2000, 49% organisasi meyakini bahwa informasi adalah
aset yang penting karena kebocoran informasi dapat dimanfaatkan oleh pesaing,
dan 49% organisasi meyakini bahwa keamanan informasi sangat penting untuk
memperoleh kepercayaan konsumen. Organisasi menghadapi berbagai ancaman
terhadap informasi yang dimilikinya, sehingga diperlukan langkah-langkah yang
tepat untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki.
Strategi
keamanan informasi masing-masing memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing
kekhususannya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
Physical
Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota
organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya
kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
Personal
Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang
dalam organisasi
Operation
Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau
perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
Communications
Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan
isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan
organisasi.
Network
Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi,
jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut
dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.
D.
Audit Keamanan Komputer
Audit
keamanan komputer (Inggris: computer security audit) adalah penilaian atau
evaluasi teknis yang sistematis dan terukur mengenai keamanan komputer dan
aplikasinya. Audit keamanan komputer ini terdiri dari dua bagian: penilaian
otomatis dan non-otomatis. Penilaian otomatis berkaitan dengan pembuatan
laporan audit yang dijalankan oleh suatu perangkat lunak terhadap perubahan
status file dalam komputer: create, modify, delete, dll. Penilaian non-otomatis
berhubungan dengan kegiatan interview kepada staf yang menangani komputer,
evaluasi kerawanan dan keamanan komputer, pengamatan terhadap semua akses ke
sistem operasi dan software aplikasinya, serta analisa semua akses fisik
terhadap sistem komputer secara menyeluruh.
Sistem
yang dinilai dan dievaluasi tidak hanya komputernya saja, tetapi meliputi semua
PC, server, mainframe, jaringan komputer, router, saklar data, serta segala
macam software yang dipakai oleh organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Audit
dalam konteks teknologi informasi adalah memeriksa apakah sistem computer
berjalan semestinya.
Tujuh langkah proses audit:
1. Implementasikan sebuah strategi audit berbasis risk management serta control practice yang dapat disepakati semua pihak.
2. Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci.
3. Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat.
4. Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan.
5. Telaah apakah tujuan audit tercapai.
6. Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan.
7. Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan risk management serta control practice.
Sebelum menjalankan proses audit, tentu saja proses audit harus direncanakan terlebih dahulu. Audit planning (perencanaan audit) harus secara jelas menerangkan tujuan audit, kewenangan auditor, adanya persetujuan top-management, dan metode audit.
Metodologi audit:
Tujuh langkah proses audit:
1. Implementasikan sebuah strategi audit berbasis risk management serta control practice yang dapat disepakati semua pihak.
2. Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci.
3. Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat.
4. Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan.
5. Telaah apakah tujuan audit tercapai.
6. Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan.
7. Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan risk management serta control practice.
Sebelum menjalankan proses audit, tentu saja proses audit harus direncanakan terlebih dahulu. Audit planning (perencanaan audit) harus secara jelas menerangkan tujuan audit, kewenangan auditor, adanya persetujuan top-management, dan metode audit.
Metodologi audit:
1. Audit
subject: menentukan apa yang akan diaudit.
2. Audit objective: menentukan tujuan dari audit.
3. Audit scope: menentukan sistem, fungsi, dan bagian dari organisasi yang secara spesifik/khusus akan diaudit.
4. Preaudit planning: mengidentifikasi sumber daya dan SDM yang dibutuhkan, menentukan dokumen-dokumen apa yang diperlukan untuk menunjang audit, menentukan lokasi audit.
5. Audit procedures dan steps for data gathering: menentukan cara melakukan audit untuk memeriksa dan menguji kontrol, menentukan siapa yang akan diwawancara.
6. Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan: spesifik pada tiap organisasi.
7. Prosedur komunikasi dengan pihak manajemen: spesifik pada tiap organisasi.
8. Audit report preparation (menentukan bagaimana cara mereview hasil audit): evaluasi kesahihan dari dokumen-dokumen, prosedur, dan kebijakan dari organisasi yang diaudit.
2. Audit objective: menentukan tujuan dari audit.
3. Audit scope: menentukan sistem, fungsi, dan bagian dari organisasi yang secara spesifik/khusus akan diaudit.
4. Preaudit planning: mengidentifikasi sumber daya dan SDM yang dibutuhkan, menentukan dokumen-dokumen apa yang diperlukan untuk menunjang audit, menentukan lokasi audit.
5. Audit procedures dan steps for data gathering: menentukan cara melakukan audit untuk memeriksa dan menguji kontrol, menentukan siapa yang akan diwawancara.
6. Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan: spesifik pada tiap organisasi.
7. Prosedur komunikasi dengan pihak manajemen: spesifik pada tiap organisasi.
8. Audit report preparation (menentukan bagaimana cara mereview hasil audit): evaluasi kesahihan dari dokumen-dokumen, prosedur, dan kebijakan dari organisasi yang diaudit.
Struktur
dan isi laporan audit tidak baku, tapi umumnya terdiri atas:
- Pendahuluan: tujuan, ruang lingkup, lamanya audit, prosedur audit.
- Kesimpulan umum dari auditor.
- Hasil audit: apa yang ditemukan dalam audit, apakah prosedur dan kontrol layak atau tidak.
- Rekomendasi.
- Tanggapan dari manajemen (bila perlu).
- Exit interview: interview terakhir antara auditor dengan pihak manajemen untuk membicarakan temuan-temuan dan rekomendasi tindak lanjut. Sekaligus meyakinkan tim manajemen bahwa hasil audit sahih.
- Pendahuluan: tujuan, ruang lingkup, lamanya audit, prosedur audit.
- Kesimpulan umum dari auditor.
- Hasil audit: apa yang ditemukan dalam audit, apakah prosedur dan kontrol layak atau tidak.
- Rekomendasi.
- Tanggapan dari manajemen (bila perlu).
- Exit interview: interview terakhir antara auditor dengan pihak manajemen untuk membicarakan temuan-temuan dan rekomendasi tindak lanjut. Sekaligus meyakinkan tim manajemen bahwa hasil audit sahih.
BAB IV
KESIMPULAN
Pendekatan
yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara lain adalah
dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme
pada perangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer,
serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer yang
dapat diandalkan. Kebijakan Sistem Keamanan Komputer Pengguna :
- Jangan download executables file atau dokumen secara langsung dari Internet apabila anda ragu-ragu asal sumbernya.
- Jangan membuka semua jenis file yang mencurigakan dari Internet.
- Jangan install game atau screen saver yang bukan asli dari OS.
- Kirim file mencurigakan via email ke developer Antivirus untuk dicek.
- Simpan file dokumen dalam format RTF (Rich Text Format) bukan *.doc (Apabila anda merasa ada masalah pada program Office)
- Selektif dalam mendownload attachment file dalam email.
Daftar Pustaka
1. Gregg,
M. and David Kim, “Inside Network Security Assessment: Guarding your IT
Infrastructure”, Sams, 2005.
2. Makalah tentang Praktek Manajemen Keamanan Komputer pada Usaha Kecil danMenengah
3. Krutz, R.L and Russel D. Vines, “The CISSP® Prep Guide: Gold Edition”, John Wiley Publising, Inc., 2003.
4. Shea, B., “Have You Locked the Castle Gate?: Home and Small Business Computer Security”, Pearson, 2002.
5. Turban, E., D. King, J. Lee, D. Viehland, “Electronic Commerce 2004, A Managerial Perspective”, Pearson Prentice Hall New Jersey, 2004.
6. Young, S. and Dave Management Of Information Security ; Dr. Michael E.Whitman dan Herbert J.Mattord Aitel, ‘The Hacker’s Handbook”, Auerbach Publications, 2004.
7. wsilfi.staff.gunadarma.ac.id
8. Kompas Cybermedia
9. Sumber : www.detikinet.com
10. Wikipedia Indonesia
11. Sumber : http://kuliah.dinus.ac.id
12. Sumber : http://gunadarma.ac.id
13. Sumber Web://www.informatika.lip.go.id
14. Sumber: wsilfi.staff.gunadarma.ac.id
15. http://en.wikipedia.org//
2. Makalah tentang Praktek Manajemen Keamanan Komputer pada Usaha Kecil danMenengah
3. Krutz, R.L and Russel D. Vines, “The CISSP® Prep Guide: Gold Edition”, John Wiley Publising, Inc., 2003.
4. Shea, B., “Have You Locked the Castle Gate?: Home and Small Business Computer Security”, Pearson, 2002.
5. Turban, E., D. King, J. Lee, D. Viehland, “Electronic Commerce 2004, A Managerial Perspective”, Pearson Prentice Hall New Jersey, 2004.
6. Young, S. and Dave Management Of Information Security ; Dr. Michael E.Whitman dan Herbert J.Mattord Aitel, ‘The Hacker’s Handbook”, Auerbach Publications, 2004.
7. wsilfi.staff.gunadarma.ac.id
8. Kompas Cybermedia
9. Sumber : www.detikinet.com
10. Wikipedia Indonesia
11. Sumber : http://kuliah.dinus.ac.id
12. Sumber : http://gunadarma.ac.id
13. Sumber Web://www.informatika.lip.go.id
14. Sumber: wsilfi.staff.gunadarma.ac.id
15. http://en.wikipedia.org//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar