Halaman

Kamis, 31 Maret 2011

Menjual Ide


Dalam kehidupan ini Anda pasti menemui banyak orang dari berbagai karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda. Setiap orang mempunyai karakter tersendiri dan kita harus beradaptasi untuk dapat melakukan kerjasama dengan orang-orang tersebut. Orang-orang itu mungkin berpikiran sama dengan kita, mereka juga harus mempelajari karakter kita agar bisa melakukan kerja sama dengan kita. Pada awal pertemuan, kita mungkin masih menutup diri dan belum memperlihatkan siapakah jati diri kita sebenarnya. Tetapi Anda boleh yakin pada pertemuan ketiga dan seterusnya Anda sudah dapat menentukan siapakah calon rekan kerja Anda tersebut.
Pada dasarnya orang “melihat kita” dari kemampuan yang kita miliki, entah itu berupa ketampanan, kecantikan, kepintaran, kecerdasan, keuletan, ketrampilan dan lebih-lebih lagi materi atau uang yang kita miliki. Orang akan mengajak kita melakukan kerjasama bila mereka melihat kita memiliki hal-hal tersebut diatas, kualitas orang itupun akan terlihat dari kemampuan apa yang mereka harapkan dari diri kita. Tidak semua orang yang mengharapkan kerjasama dapat kita terima sebagai rekan kerja untuk bersama-sama melakukan suatu bisnis misalnya. Setiap orang mempunyai cara-cara tersendiri untuk menilai calon rekan kerjanya. Biasanya hal ini akan terlihat setelah kita terlibat pembicaraan yang lebih dalam dan serius, dari pembicaraan ini seseorang dapat dinilai kemampuannya, caranya berbicara, ide-nya, ungkapannya, atau mimik dan emosinya yang terlontar pada saat pembicaraan tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali orang mengatakan bahwa mereka punya ide untuk melakukan ini atau itu yang bila dijalankan akan menghasilkan keuntungan yang besar. Tetapi sangat disayangkan lebih banyak diantara kita yang mengeluarkan ide tersebut hanya sekedar kata-kata saja. Kita lebih sering bermain kata-kata tanpa sekalipun mencoba menuangkan ide tersebut menjadi kenyataan. Seorang kenalan saya yang sudah cukup tua mengatakan bahwa ia mempunyai ide untuk memasarkan suatu barang melalui internet dan menilai idenya tersebut berharga mahal bila dijual. Anda yang sering mengunjungi situs internet yang menjual barang secara on-line mungkin akan tertawa mendengar klaimnya bahwa ia yang mempunyai ide mengenai penjualan melalui internet tersebut. Saya pikir siapapun boleh mengklaim ia mempunyai suatu ide, masalahnya adalah; dapatkah ia menjalankan idenya tersebut? Bagaimanapun ide adalah salah satu hal penting yang mendasari terjadinya hubungan antara kita dengan orang lain.
Agar ide tersebut kelihatan layak dan realistis, kita harus membuatnya menjadi spesifik dan jelas. Spesifik dan jelas berarti bahwa ide tersebut memang layak dijalankan dan dapat dipertanggungjawabkan. Disini kita tidak membicarakan teknis penuangan ide tersebut, hanya yang ditekankan adalah bahwa ide tersebut memang mungkin diterapkan bila mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dan kemungkinan hasil yang akan dicapainya. Jadi menurut hemat saya, kalau kita mempunyai ide atau inovasi yang memang unik dan belum ada yang melakukannya, sebaiknya kita membuatnya menjadi lebih spesifik dan jelas atau detail sehingga kita mengetahui segala kelebihan dan kekurangannya.
Setelah ide tersebut dibuat spesifik dan jelas, langkah selanjutnya adalah “menjual” ide tersebut. Bila Anda mempunyai dana atau modal untuk menerapkan ide tersebut mungkin tidak ada masalah karena dengan itu Anda bisa langsung mengimplementasikannya. Masalah akan timbul apabila Anda kekurangan atau tidak mempunyai dana yang cukup untuk menerapkannya, disinilah Anda akan diuji bagaimana mencari orang yang tepat untuk menjalankan ide tersebut.Salah satu yang berperan dalam menjalankan ide ini adalah, jaringan pertemanan yang telah Anda miliki atau Anda bangun sebelumnya. Karena melalui jaringan inilah Anda dapat memasarkan atau menjual ide tersebut. Dengan berlalunya waktu dan pengalaman yang dimiliki, Anda akan menemukan orang yang tepat untuk ikut membiayai ide Anda tersebut. Sekali Anda berhasil menjual ide yang Anda miliki, maka ide-ide selanjutnya akan lebih mudah lagi dijual.

Rabu, 30 Maret 2011

Leadership Mahasiswa dalam Socioagropreneur


SALAH satu metode yang harus dilakukan Indonesia untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran sekaligus mengejar ketertinggalan dari negara lain adalah membangun gerakan budaya kewirausahaan yang dilakukan bersama-sama antara pemerintah, akademisi, dan tokoh sosial. Tindakan penumbuhan koperasi, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah (UMKM) sebagai penopang utama perekonomian Indonesia merupakan tindakan utama yang harus dilakukan dalam gerakan budaya kewirausahaan.

Pelaku UMKM yang mencapai 99 persen dari total 52,769 juta pelaku usaha di Indonesia inilah yang berhasil mengeluarkan Indonesia yang terus mendera sejak 1998. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, secara umum jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 116,5 juta orang atau bertambah sekitar 530 ribu orang dibanding Februari 2010 sebesar 116,0 juta orang. Tentu saja perbaikan ini tidak terlepas dari peran pelaku UMKM.

Namun, sarjana -diharapkan menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan− yang menganggur di Indonesia sedikitnya tercatat 626.000 orang (BPS 2010). Hanya kemampuan wirausaha yang bisa mempercepat bangsa ini menyelesaikan kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat, terlebih kewirausahaan sosial dalam bidang pertanian (socioagropreneur).

Untuk mendorong keinginan pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, mengurangi pengangguran, dan menyelesaikan masalah kemiskinan, jumlah wirausaha ditargetkan minimal dua persen dari total penduduk Indonesia. Peran mahasiswa pertanian sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang sangat besar, salah satunya upaya pengentasan kemiskinan melalui kerjasama budidaya ikan nila dengan petani ikan yang mengalami kesulitan modal.

Peluang budidaya ikan nila sangat besar. Data menunjukkan pada tahun 2005, tingkat konsumsi ikan masyarakat di Indonesia mengalami kenaikan yakni dari 25,03 kg per kapita per tahun pada tahun 2006 menjadi 25,8 kg per kapita per tahun pada tahun 2007. Angka ini masih dibawah standar kecukupan pangan untuk ikan yaitu sebesar 26,55 kg per kapita per tahun. Sedangkan untuk pasar ekspor, salah satu pasar yang paling potensial adalah AS  dengan rata-rata ekspor 8.000 ton ikan nila per tahun (Agrina, 5 April 2007).

Lantas, bagaimana keadaan para petani ikan nila sehingga perlu melaksanakan program sosioagropreneur  kepada mereka? Penjelasan Hartyo (2010) tentang keadaan petani ikan di Bogor tentu bisa menjadi pertimbangan. Dia menjelaskan masih banyak keluarga petani ikan −dalam hal ini petani nila− yang mengalami defisit pendapatan. Rata-rata pendapatan per kapita per bulan pada kelompok keluarga pembudidaya ikan hanya Rp498.649,60. Sedangkan, pengeluaran per kapita per bulannya sebesar Rp419.639,30 − Rp510.700,10.

Hal ini mengindikasikan masih banyak keluarga yang angka kesejahteraannya belum layak. Permasalahan ini tentu saja menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi memperluas usahanya.

Socioagropreneur budidaya nila bertujuan menghasilkan karya yang dapat merubah Indonesia, terutama di kalangan petani ikan nila yang kekurangan modal dan tidak memiliki daya jual tinggi serta kalangan mahasiswa sebagai akademisi dan calon pemimpin bangsa. Program kerja sama antara mahasiswa sebagai pemasok bibit beserta pakan dan petani ikan sebagai pemilik kolam yang memiliki pengalaman di lapangan diharapkan mampu mengenali adanya kemandegan dalam kehidupan petani nila.

Hal ini dilakukan dengan menemukan disfungsi sistem, kemudian menyelesaikannya dengan merubah sistem tersebut dan sejalur dengan menumbuhkan kepercayaan diri petani dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, program ini efektif dalam mendorong mahasiswa untuk berwirausaha dan memimpin di tengah kesibukannya sebagai seorang akademisi.

Senin, 28 Maret 2011

permasalahan gank pelajar


Permasalahan Gank dan solusinya di Kalangan Pelajar SMAN 8 Batam

BAB 1
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Berbicara tentang sistem pendidikan dengan berbagai lembaga yang menyertainya ibarat membicarakan gelombang air laut yang tiada hentinya. Asumsi ini tidaklah berlebihan karena banyak hal yang bisa ditinjau di dalamnya serta banyak pula persoalan fundamental melingkupinya  yang nota bene membutuhkan upaya-upaya untuk memecahkan permasalahan  pendidikan tersebut.
Berapa tahun lalu kita telah dikejutkan dengan munculnya rekaman video amatir tentang kesadisan dan keganasan sebuah gank pelajar putri dari Pati, Jawa Tengah. Gank yang terkenal dengan nama “Nero”(yang merupakan akronim dari “NEko-neko keROyok”) ini sempat menghebohkan karena aksi brutalnya dalam “mempermak” dan aksi memelonco sesama pelajar putri yang akan masuk menjadi anggota baru mereka serta aksi perkelahian (pengeroyokan) mereka  Masyarakatpun penuh tanya bagaimana bisa komunitas tersebut berperilaku begitu sadis.
Aksi kekerasan yang dilakukan anak sekolah bukan cuma milik Gank Nero saja. Sebenarnya, aksi model gank pelajar sudah lama terjadi. Misalnya saja, “Gank Gazper” di SMA 34 Jakarta dan juga di SMA 112 Jakarta dengan nama “Black & White” sempat membuat heboh dengan aksinya yang kebablasan (Solihin : 2008). Di era tahun 90-an, kota Yogyakarta juga sempat diresahkan dengan aksi gank pelajar serupa. Dua gank besar dengan sebutan “Joxzin” dan “TRB” ini ditengarai sering melakukan kegiatan yang mengganggu masyarakat seperti aksi “vandalisme” dan corat-coret fasilitas umum. 

download....
http://www.ziddu.com/download/14366334/rmasalahangankpelajardansolusinyadilingkunganSMAN8.doc.html

materi matematika ekonomi


MATEMATIKA EKONOMI
DESKRIPSI MATA KULIAH
Ilmu ekonomi dan bisnis adalah ilmu yang bersifat eksakta, untuk mempelajari dan memahaminya diperlukan suatu analisis yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Mata kuliah matematika ekonomi adalah mata kuliah yang akan memberikan dasar kepada mahasiswa untuk dapat menganalisis secara kuantitatif permasalahan dalam bidang ekonomi. Mata kuliah matematika ekonomi akan memberikan dasar bagi mahasiswa untuk dapat dengan mudah mempelajari mata kuliah-mata kuliah di bidang ekonomi. Pembahasan dalam mata kuliah ini selalu didahului dengan matematika murni, kemudian diikuti dengan penerapan ekonomi dan bisnis.


Download....
http://www.ziddu.com/download/14366253/MATEMATIKAEKONOMI.docx.html                                                                                                  

Minggu, 20 Maret 2011

Pengantar bisnis


SOAL  1
Bagaimana anda melihat bahwa “bisnis” mampu meningkatkan taraf hidup manusia dan “bisnis” juga membawa pegaruh negatif dalam kehidupan manusia juga , jelaskan !

[1]Pengaruh “Bisnis” tentunya telah bisa kita lihat nyata pada masa kejayaan revolusi industri di prancis, bisnis jelas sangat mempengaruhi segala aktifitas kehidupan di negara itu, dan tentunya hal itu juga menarik perhatian internasional pada perusahaan bisnis.
Pada saat revolusi industri di prancis tentu sangat memancing seorang wirausaha ataupun investor untuk terjun langsung dalam pengembangan industri di prancis.inilah bentuk pegaruh bisnis itu , dan tentunya dengan demikian negara prancis berkembang pesat dan menjadikan prancis negara yg punya pengaruh besar di sektor perdagangan internasional, dan hal ini tentunya sangat mempegaruhi sektor sektor lain selain ekonomi, baik itu politik , sosial, pendidikan dan budaya.dan tentunya pembangunan dinegara prancis  berkembang pesat, sehingga terciptalah kesejahtraan masyarakat.
read moreh https://docs.google.com/document/d/1HwswCNIwA2SBLtwUX59eOFupIxmYhZyNW1k7rk42fJ4/edit?hl=en&authkey=CMnexbcC


[1]  Pengantar sos. Soejono soekanto ‘10