Halaman

Selasa, 28 Juni 2011

Synaptic: Lorem ipsum

Synaptic: Lorem ipsum: "Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad mini..."

cInTa

Cinta ibarat kupu-kupu. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi bila
kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak
menduganya.
Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta
itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima.
Jadi tenang2 saja, jangan ter-buru2 dan pilihlah yang terbaik.
Kepada sahabat2ku yang ............ RAGU -RAGU DENGAN PERNIKAHAN
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"- nya seseorang. Justru
perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu
menjadi se-sempurnanya.
Kepada sahabat2ku yang ............TIPE PLAYBOY/ PLAYGIRL.
Jangan katakan "Aku cinta padamu" bila kau tidak benar2 peduli. Jangan
bicarakan soal perasaan2 bila itu tidak benar2x ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkan hati.
Jangan menatap ke dalam mata bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta,
padahal kau tidak berniat sama sekali 'tuk menerimanya saat ia
terjatuh.........
Kepada sahabat2ku yang ............SUDAH MENIKAH
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!", tapi "Maafkan aku, ya?"
Bukan "Kau dimana!", melainkan "Aku disini, kenapa?"
Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..." akan tetapi
"Terima kasih ya, kau begitu....."
Kepada sahabat2ku yang ............BERTUNANGAN
Tolok ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu yang kalian
habiskan bersama, melainkan untuk berapa saling baiknya anda berdua.
Kepada sahabat2ku yang ............PATAH HATI
Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris
luka sedalam kau membiarkannya. Tantangannya bukanlah bagaimana bisa
mengatasi melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan
hikmahnya.
Kepada sahabat2ku yang ............BELUM PERNAH JATUH CINTA.
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah tapi jangan sampai
terjerumus, tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot", berbagilah
dan jangan sekali2 tidak fair, berpengertianlah dan cobalah untuk tidak
menuntut, siap2lah untuk terluka dan menderita, tapi jangan kau simpan
semua rasa sakitmu itu.
Kepada sahabat2ku yang ............INGIN MENGUASAI.
Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tapi
akan lebih sakit lagi mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak
bahagia denganmu.
Kepada sahabat2ku yang ............TAKUT MENGAKUI.
Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dengan seseorang. Itu
malah lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu.
Tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kau cintai sama sekali tidak
mengetahui perasaanmu [terhadapnya].
Kepada sahabat2ku yang ............MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG
YANG SUDAH PERGI .
Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh
cinta, hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah
jodohmu dan kau telah menyiakan ber-tahun2 untuk seseorang yang tidak layak.
Kalau sekarangpun ia sudah tak layak, 10 tahun dari sekarangpun ia juga tak
akan layak. Biarkan dia pergi, lupakan.......

Pemahaman tentang Belajar

Pemahaman Tentang Belajar

REP | 17 November 2010 | 16:32 205 0 Nihil

Belajar merupakan aktivitas manusia sehari hari siapapun itu. Belajar itu tidak harus di sekolah atau lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Tetapi yang dinamakan belajar itu adalah aktivitas atau pengalaman yang menghasilkan perubahan pengetahuan, perilaku dan pribadi yang bersifat permanen. Dalam belajar juga terdapat karakteristik diantaranya: perubahan yang teerjadi dari belajar itu tidak bersifat kebetulan melainkan disadari atau disengaja, krakteristik selanjutnya yaitu perubahan itu bersifat positif, perubahan itu benar benar hasil dari pengalaman bukan karena kematangan. Karakteristik yang terakhir yaitu perubahan itu bersifat efektif, jadi perubahannya itu berarti secara fungsional.
<a href="http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a80dd573&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE" target="_blank"><img src="http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=1033&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a80dd573" border="0" alt="" /></a>
Ads  
Ahli psikologi kognitif menekankan perubahan akibat belajar adalah perubahan kognitif. Mereka yakin bahwa belajar merupakan aktivitas mental yang tak dapat diamati secara langsung. Sedangkan menurut ahli psikologi behaviora, perubahan akibat belajar adalah perubahan perilaku dan penekanan adanya factor eksternal terhadap individu. Berbeda lagi menurut ahli psikologi gestal, menurut mereka perubahan akibat belajar adalah perubahan pribadi secara keseluruhan aspek individu seperti pikiran, emosi, perilaku,dan kepribadian secara total. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat difahami bahwa hasil belajar dapat berupa peningkatan pengetahuan(knowledge), penguasaan perilaku, dan perbaikan keseluruhan kepribadian
Agar belajar menjadi efektif, maka perlu diterapkan prinsip prinsip dalam belajar diantaranya adalah:
1. Kesiapan
Yaitu kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar dan tidak putus asa jika mengalami kesulitan belajar. Dalam hal ini termasuk kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman,
2. Motivasi
Merupakan kondisi pelajar untuk memprakarsai, mengatur arah kegiatan dan memelihara kesungguhan. Secara alami, anak anak memiliki rasa ingin tahu yang seharusnya didukung dan jangan memberi aturan yang sama untuk semua anak.
3. Persepsi
Merupakan interpretasi dari sesuatu yang hidup. Persepsi mempengaruhi perilaku individu karena cara seseorang memandang situasi tidaklah selalu sama.
4. Tujuan
Tujuan ialah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang. Tujuan harus tergambar jelas dalam pikiran dan diterima oleh para pelajar pada saat proses belajar terjadi.
  1. Perbedaan Individual
Proses pengajaran seyogianya memperhatikan perbedaan indiviadual dalam kelas sehingga dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar yang setinggi-tingginya. Seorang guru perlu memperhatikan latar belakang, emosi, dorongan dan kemampuan individu dan menyesuaikan materi pelajaran dan tugas-tugas belajar kepada aspek-aspek tersebut.
6. Transfer dan retensi
Belajar dianggap bermanfaat jika seseorang mampu menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru
7. Belajar kognitif
Belajar kognitif melibatkan proses pengenalan dan atau penemuan. Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi merupakan aktivitas mental yang berkaitan dengan proses belajar kognitif.
8. Belajar afektif
Belajar afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Dalam banyak hal pelajar mungkin tidak menyadari belajar afektif.
9. Belajar psikomotor
Proses belajar psikomotor individu menentukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktivitas ragawinya. Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik.
10. Evaluasi
Evaluasi mencakup kesadaran individu mengenai penampilan, motivasi belajar dan kesiapan untuk belajar. Individu yang berinteraksi dengan yang lain pada dasarnya ia mengkaji pengalaman belajarnya dan hal ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan kemampuannya untuk menilai pengalamannya.
Belajar merupakan proses terpadu yang meliputi aspek fisik, social, emosional, intelektual dan moral. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini antara lain: pertama, belajar membantu individu untuk mencapai pertubuhan dan perkembangan secara utuh, untuk. Kedua, belajar sebagai aktivitas untuk memperoleh pengalaman yang ada di lingkungannya sehingga individu dapat mengapresiasikan pengalaman itu sebagai subyek belajar. Ketiga, menuntut adanya keterlibatan siswa secara aktif dan intensif, misalnya dengan memberikan tugas dan pendirian pusat belajar sebagai sumber belajar. Keempat, menempatkan individu pada posisi central dalam kebersamaan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Kelima, mendorong siswa untuk belajar terus menerus. Siswa tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga memproses informasi tersebut sehingga belajar itu tidak pernah berakhir. Dengan penemuannya dan terus menerus belajar untuk mencari kebenaran ilmiah. Keenam, memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih tugasnya sendiri dan mengatur cara belajarnya sendiri, bertanggung jawab terhadap pengalaman belajarnya sendiri dan sejauh mana mereka mangapresiasikan dirinya. Ketujuh, belajar akan efektif bila diciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mengembangkan semua aspek individu, karena lingkungan yag kondusif dapat memberi kebebasan siswa untuk melekukan berbagai eksplorasi dan kegiatan yang lebih berarti. Kedelapan, pembelajaran dilakukan secara terpedu. Kita dapat memadukan komponen dalam suatu bidang studi tertentu dengan bidang studi lainnya. Suasana keterpaduan ini diharapkan sekali dapat membekali siswa memecahkan masalah secara holistik, karena sering kali persoalan dalam kehidupan tidak hanya bisa diselesaikan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya atau sering disebut multidisipliner. Kesembian, sekolah dan keluarga sangat bepengaruh untuk pendidikan anak karena selain di sekolah anak juga belajar di di lingkungan keluarganya. Jadi, ketelibatan orang tua sangat berarti bagi keberhasilan pendidikan anak-anaknya.
Proses psikologis belajar anak
Untuk memahami psikologis belajar ana, ada beberapa teori belajar. Yaitu:
1. Teori belajar behavioral, prinsip prinsipnya adalah:
a. Classical conditioning
Merupakan asosiasi atau hubungan respon yang otomatik dengan stimulus baru. Menurut prinsip contiguity kapanpun dua pengindraan terjadi secara bersama-sama dan berulang kali, maka keduanya akan menjadi terkait. Contohnya menghafal kabupaten, belajar mengeja, dll.reksi emosional terhadap situasi juga dipelajari melalui classical conditioning. Missal siswa cemas setelah melihat pengawas ujian dikarenakan pengalaman masa lalunya yang tidak menyenangkan dengan dia. Petunjuk menggunakan prinsip classical conditioning sbb:
- Kaitkan kejadian positif dan menyenangkan dengan tugas belajar.
- Beri bantuan pada siswa untuk menghadapi situasi penuh kecemasan secara sukarela
- membantu siswa mengenali perbedaan dan kesamaan diantara situasi yang mereka dapat mendeskripsikan dan menggeneralisasikan secara tepat.
b. Operant conditioning
Merupakan proses belajar yang terlibat di dalam mengubah perilaku operant. Operant itu sendiri adalah tindakan yang dikendalikan oleh tujuan. (santrock & yussen,1992) operant conditioning adalah belajar dalam hal mana perilaku otomatis diperkuat atau diperlemah dengan consequence atau antecendence. Hubungannya adalah antecendence-perilaku-consequence. Consequence(hadiah atau hukuman) dapat mempengaruhi perilaku organisme.
c. Pembentukkan kebiasaan(habituation)
Pembentukkan kebiasaan adalah presentasi atau stimulus yang terjadi berulang-ulang yang dapat menyebabkan berkurangnya perhatian terhadap stimulus. Dishabituation adalah suatu minat bayi yang terbarui terhadap suatu stimulus. Jika orang tua sering mengulangi suatu stimulasi, maka respon akan turun sampai ke titik saat kapan bayi itu sudah tidak akan merespon lagi.
d. Peniruan(imitation)
Menurut Albert bandura imitasi atau modeling terjadi ketika anak anak belajar perilaku baru dengan melihat orang lain bertindak. Proses yang mempengaruhi peniruan adalah perhatian, ingatan, reproduksi motor, dan kondisi pengukuhan atu hadiah.
2. Teori kognitif
Belajar merupakan proses mental yang aktif, berkenaan dengan mendapatkan, mengingat, dan menggunakan pengetahuan. Pandangan kognitif dan behavioral berbeda. Pandangan kognitif meyakini bahwa pengetahuan itu dipelajari dan perubahan dalam pengetahuan menyebabkan adanya perubahan perilaku. Pandangan behavioralistik menyatakan bahwa perilaku baru itulah yang dipelajari.
3. Teori perkembangan kognitif
Dalam teori ini menekankan pada pikiran rasional anak yang sedang berkembang dan tahap tahap pikiran.
Menurut piaget pikiran lebih penting sebagai mediator hubungan lingkungan dengan perilaku. Konsep kuncinya yaitu proses adaptasi, organisasi, dan keseimbangan. Tahap perkembangan pikiran piaget adalah:
- Tahap sensomotorik
Koordinasi sensasi dan tindakan merupakan sumber sensomotor. Fase ini terjadi dari saat kelahiran dan berakhir pada usia 2 th ketika pola sensomotoriknya kompleks dan mulai mengadopsi system symbol yang primitive.
- Fase preoperasional
Fase dimana konsep konsep stabil dibentuk, penalaran mental muncul, keakuan mulai secara menguat dan kemudian melemah, dan kepercayaan magic dibangun.
- Fase operasional konkrit
Suatu tindakan mental yang dapat diputarbalikkan berdasarkan objek yang real dan konkrit.
- Tahap operasional formal
memungkinkan kekuatan berfikir dapat mengembangkan wawasan kognitif baru dan social.
Menurut vygotsky perkembangan kognitif anak tidak akan terjadi dalam tempat yang bebas dari kehidupan social. Menurut vygotsky struktur mental dan kognitif anak terbentuk melalui hubungan fungsi fungsi mental.
4. Pemrosesan informasi
Pemrosesan informasi anak berkenaan dengan proses dasar(persepsi, perhatian, ingatan, dan berpikir). Pertama, pendekatan pemrosesan informasi adalah suatu kerangka dasar untuk memahami cara anak belajar dan berfikir. Kedua proses perhatian dan ingatan diperlukan bagi anak untuk memproses informasi tentang dunianya. Ketiga pada dasarnya ada 3 tema dalam proses kognitif tingkat tinggi yaitu pemecahan masalah, pemantauan kognitif, dan berpikir kritis. Keempat untuk memahami kehidupan anak sehari-hari sangatlah tergantung pada pengetahuan anak tentang orang, tempat, dan seuatu lainnya. Kelima perbedaan individu dalam pemrosesan informasi, adalah disadari bahwa terjadi perbedaan individu dalam suatu kelas tentang kemampuannya memproses informasi.
Proses belajar sebaiknya diorientasikan pada semua aspek individu, kurikulum yang dapat mengembangkan semua bidang pengembangan seperti fisik, emosi, sosial, dan kognitif dan yang lebih penting adalah adanya kejelasan tentang kesesuaian antara isi kurikulum usia dan tingkat kemampuan anak.
Dalam pengembangan kurikulum di kelas, guru harus bisa memanfaatkan hasil observasi mengenai kemampuan, minat dan tingkat kemajuan perkembangan anak. Dengan seperti itu guru dapat membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan anak. Materi pembelajaran yang relevan sangat mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif.
Guru hendaknya terus menerus melakukan pemantauan secara langsung di kelas maupun di luar kelas untuk menjaga efektivitas pembelajaran. Hal itu dapat memantau siswa sehingga bermanfaat untuk pengembangan program, sehingga dapat mengoptimalkan proses pembelajaran.
Guru diharapkan selalu siap memposisikan dirinya sebagai fasilitator dan motivator, bukan sebagai satu – satunya yang berkuasa di kelas. Dengan peran tersebut siswa tetap asik dalam kegiatan belajar sehingga mudah dalam memecahkan persoalan dan belajar untuk tidak bergantung pada orang lain. Kesempatan seluas luasnya hendaknya diberikan kepada anak untuk terlibat dalam kegiatan yang melibatkan seluruh aspek bidang studi pengembangan seperti mental, fisik, social dan moral siswa sehingga guru hendaknya menyiapkan materi yang kaya akan variasi kegiatan.